Selamat Datang | Sugeng Rawuh | Wilujeng Sumping | Selamet Dheteng | Rahajeng Rauh | Salamaik Datang | Horas | Mejuah-Juah | Nakavamo | Slamate Iyoma | Slamate Illai | Pulih Rawuh | Maimo Lubat
Showing posts with label Serba-serba. Show all posts
Showing posts with label Serba-serba. Show all posts

Saturday, August 18, 2012

Kapan Pertama Kali Merayakan Lebaran?


Dari hitungan umur, tahun ini adalah tahun ke 29 mengalami yang namanya lebaran. Lebaran pertama diingat kurang lebih usia 8 tahun. Jika aku berusia 8 tahun, maka pada saat itu adalah tahun 1991 . karena pada tahun 1991 lebaran jatuh pada bulan April, maka dipastikan waktu itu ku masih kelas 3 SD. Kenapa ku merasa bahwa tahun 1991 adalah kali pertama merasakan lebaran? Kurang yakin juga sebetulnya, tapi ada beberapa potongan memori yang membuat ku merasa bahwa di tahun itu ku merasa kali pertama benar-benar merasakan lebaran.
Potongan-potongan memori tersebut antara lain sebagai berikut:
Kurang lebih pada saat kelas 3 SD ada namanya pondok ramadhan, dan dipastikan itu bulan Ramadhan, ^^, nah yang menjadi kata kunci sehingga bisa merujuk bahwa saat itu kelas 3 dan tahun 1991 adalah, di acara pondok Ramadhan itu yang menjadi imam sholat Maghrib ku masih ingat betul pak Yazid (guru agama) pak Yazid adalah pengganti guru agama yang lama bernama pak Khodim (seingatnya itu nama gurunya). Menurut potongan memori pak Khodim pindah ketika pergantian kelas ke kelas 3, diganti dengan pak Yazid, ditambah dengan potongan memori lainnya, bahwa pada kelas 2 ada kawan sekelas bernama Yoyok terpaksa pindah sekolah karena takut dengan pak Khodim yang agak galak. Sial buat dia karena dia pindah ke sekolah dimana di tahun berikutnya pak Khodim pindah mengajar di sekolah dimana dia pindah ^^
Sebetulnya ini juga bukan petunjuk yang kuat, karena bisa saja Pak Yazid menjadi imam di pondok ramadhan itu ketika di kelas 4, 5 atau 6. Agak ragu juga awalnya, tapi ada potongan memori lainnya, bahwa pada saat itu tentunya kami tidak sepenuhnya serius puasa, karena masih anak2 katanya, dan ku yakin betul tidak puasa waktu itu. Jika demikian adanya, maka tidak mungkin itu kelas 6 dan 5, karena di kelas 6 ku tidak puasa karena kondisi kesehatan yang buruk, sedangkan di kelas 5 aku full berpuasa. Jadi kemungkinannya antara kelas 3 dan 4.  Menjadi agak kabur antara kelas 3 dan 4 karena ku ingat betul Sholat Ied pertama kali kulakukan di masjid kampong sebelah karena dikampungku belum ada masjid. Menurut data, kampungku baru ada masjid sekira tahun 1992. Nah, dengan demikian berarti di bawah tahun 1992 kan kesimpulannya. Berarti 1991. Dan itu kelas 3 SD, dan itu usiaku sekira 8 tahun ^^.
Kesannya, waktu itu, lebaran adalah baju baru, bawa obor keliling kampong takbiran, keluarga pada berkumpul untuk silaturahmi (baik yang jauh terlebih yang deket), angpao lebaran, berkunjung ke rumah tetangga-tetangga, senang-senang dan senang-senang.  
Kapankah kengkawan ingat, usia berapa pertama kali merayakan lebaran? Dan apakah lebaran sekarang tetap berkesan sebagaimana waktu itu?

Sunday, July 01, 2012

Piala Eropa vs Liga Champions Eropa


Status FB seorang kawan menyebutkan, “Pemenang Piala Eropa adalah yang kostum/ jersey nya warnanya sama dengan Pemenang Liga Champions Eropa”. Iseng-iseng saya searching ngecek mundur kebelakang. Tahun 2008 pemenang Liga Champions adalah Manchester United, jerseynya berwarna merah, dan pada tahun itu juara Piala Eropa adalah Spanyol, tim yang dikenal dengan julukan la Furia Roja (si merah pemberani). OK, mungkin kebetulan. Berikutnya saya cek lagi, juara Piala Eropa 2004 adalah Yunani, Jerseynya berwarna Biru dan Putih, ditahun yang sama juara Liga Champions adalah FC Porto, warna Jerseynya juga Biru dan Putih. OK, kebetulan dua kali. 
Mundur 4 tahun lagi, tahun 2000, juara Piala Eropa adalah Perancis sedangkan juara Liga Champions adalah Real Madrid. O-ow, kali ini nampaknya kurang pas, karena Perancis berjuluk les blues yang artinya si biru, sedangkan Madrid berjuluk los blancos yang artinya si putih. Gak pas, tapi tunggu dulu, Jersey kedua atau away Perancis berwarna Putih. Agak maksa si, tapi okelah. 
Mari kita cek kebelakang, tahun 1996. Juara Eropa adalah Jerman, jerseynya adalah Putih dan Hitam, tahun 1996, juara Liga Champions adalah Juventus, le zebre, si hitam putih juga. Hehehehe, unik ya, kita coba satu lagi, tahun 1992, juara Liga Champions adalah Barcelona, berjuluk Blaugrana yang artinya Merah dan Biru, tahun itu Juara Eropa adalah Denmark, tim dengan jersey berwarna Merah.
Bagaimana dengan mala mini, sebagaimana kita tahu, Juara Champions tahun ini adalah Chelsea yang berjuluk The Blues julukan sama dengan Tim Finalis Piala Eropa tahun ini, Gli Azzuri, Si Biru Italia. Apakah mitos ini akan berlanjut? Bisa jadi, tapi Spanyol sebagai lawan Itali kostum keduanya juga berwarna biru…^^ kita tunggu saja

Thursday, November 17, 2011

Salamku, Sahabat (cerita dari satu kosan ke kosan lainnya ^^)

Kawan Kosan Pertama

Mencontek judul lagu dari KLa Project beberapa tahun lalu. Mencontek liriknya juga sebagai kalimat Tanya, “apa kabar di hidupmu, sekian waktu adakah kau baik selalu, sahabat?”. Kapan hari liat-liat buku di toko buku, ngeliat buku berjudul anak kos dodol, konon sudah ada tiga jilid, aku baru baca jilid satu. Bagus juga, tapi aku yakin, kalau kawan-kawan mau menuliskan kisah yang dialami selama ada di kosan waktu kuliah atau sekolah, pasti juga akan menyenangkan. Seperti kali ini, aku akan coba menulis dan mengingat-ingat kembali kawan kos yang diantaranya adalah sahabat-sahabatku.
Setidaknya, aku mengalami beberapa kali pergantian kawan kos, baik ditempat yang sama atau ditempat yang sama sekali berbeda. Kalau diinget-inget dan diitung-itung, aku pindah tempat kos sebanyak 9 kali (lumayan juga ya…^^) dalam waktu 11 tahun (what??? Sebelas tahun masih ngekos juga??? :p). Dari delapan kali hijrah tempat kos itu, 3 diantaranya di kota Malang, dua di Madura, tiga di Bandung dan satu di Surabaya. Dari delapan kali itu, mana kira-kira yang paling menarik? Hmmm agak sulit dijawab, semuanya punya cerita masing-masing yang akan aku ringkas dalam tulisan ini, tapi dari semuanya ada satu yang membawa kesan yang paling berarti. Tak lain tak bukan adalah kosan pertama, Malang, medio Agustus 2000.
Kosan pertama sangat sederhana (baca: kecil…^^). Berukuran 2 x 2 meter, cukuplah untuk anak semester I duduk di bangku kuliah dimana buku belum seberapa dan pakaian ala kadarnya. Kenapa dari delapan kosan itu, ini yang terpilih? Jawabannya sangat sederhana. Karena aku menemukan “keluarga” baru yang sangat dibutuhkan ketika kita jauh dari keluarga inti kita. Tidak terbayang, mendadak aku terpisah dari keluarga, sendiri di sebuah kota yang tidak ada orang lain selain kawan tetangga kamar kosan. Kosanku dua lantai, lantai satu terdapat 6 kamar yang diisi 10 orang dengan satu mushola dan tiga kamar mandi, sedangkan lantai dua, terdapat 5 kamar yang dihuni 9 orang. Rata-rata tiap kamar punya roommate kecuali aku di lantai atas dan dua orang kamar dibawah... baru tiga bulan ngekos penyakitpun datang. Lumayan. Infeksi usus dan ada gangguan dengan syaraf mata (yang membuat berkacamata sampai sekarang..^^). Nah di saat seperti itulah, kawan kosan yang rata-rata adalah kakak tingkat (biar kata Cuma setahuan di atas) namun semangat sebagai seorang abang sangat luar biasa. Ada yang bernama Hanif (anak IAIN) dan Hakim (anak MIPA UB) yang seolah menjadi abang sesungguhnya. Mulai dari nganter ke dokter, beliin makanan sampe menjaga kalau-kalau tengah malam bangun (karena sering muntah efek dari infeksi ususnya). Luar biasanya, dua abangku itu yang pada tahun berikutnya pindah kosan dan hampir tidak pernah ada kabarnya sampai sekarang. Semoga sehat selalu kalian sahabat, terima kasihku waktu itu kawatir tak bisa kuganti dengan apa yang aku mampu.
Kosan kedua, lumayan bagusan dengan harga yang dua kali lipat dari kosan yang pertama. Menghuni kosan kedua akibat dari adanya terror hantu pocong di kosan pertama yang sudah kutempati selama dua tahun dengan kenyamanan keluarga yang tiada bandingnya. Kosan baru ini juga dua lantai, tapi efektif yang difungsikan sebagai kosan hanya lantai dua yang hanya terdapat 6 kamar dengan 9 orang di dalamnya. Kalau yang ini mayoritas seumuran, sehingga abang-abangan tidak terasa, bahkan cenderung indivualis. Terkotak dalam kamar-kamar walaupun disediakan ruang bersama yang terdapat sebuah televise dan dispenser air minum gratis. Tahun kedua baru muncul rasa kekeluargaan yang dipicu oleh hobi yang sama, yaitu main game multiplayer, yang membuat kantong kami bolong ga karuan. Bagaimana gak bolong, tiap hari nongkrong di multiplayer game mulai dari jam 8 malam sampai jam 5 pagi. Selain itu, di kosan ini ada cerita tentang kawan kosan yang terobsesi pada satu wanita dengan melakukan hal-hal yang aneh. Menghafal jadwal harian si cewek pujaan tanpa bertegur sapa sedikitpun. Salamku sahabat, semoga sekarang kau ada kemajuan dengan cewek pujaanmu itu..^^ dua tahun juga aku di kosan kedua ini.
Kosan ketiga, terpaksa pindah ketempat ini karena dikosan kedua tidak bisa bulanan bayarannya. Harus pertahun, sedangkan aku sudah lulus dan sedang mencari penghidupan sementara di kota Malang ini. Luar biasanya kosan ini adalah terdiri dari kamar yang sampai saat ini tidak kuketahui pasti jumlahnya (saking banyaknya). Kawan-kawan menyebut kosan kami dengan sebutan “Hotel” karena begitu liarnya kosan kami ini. Kosan ketiga ini terdiri dari blok-blok, mulai dari blok A sampai blok H (kalau tidak salah), udah mirip perumahan aja pokokna mah. Aku sendiri tinggal di blok H, yang konon terkenal dengan urusan wanitanya..(ouw…^^) kenapa begitu, karena di blok ini, seringnya cewek2 kawan kos kami menginap disitu, dan bisa dipastikan aku yang dituakan disitu, karena pertama, aku udah lulus (dan hanya aku yang udah lulus..^^), kedua mereka rata-rata duduk di semester III, V, bahkan I. peta kawasan kosan ini adalah sebagai berikut. Blok A konon juga dikenal dengan blok wanita sama dengan blok C, tapi kebenarannya hanya kutau dari kawan-kawan yang ada di blok A. blok B adalah blok borjuis, kamar-kamar mewah yang perabotannya lengkap, bahkan dengan AC dan segala macamnya perlengkapan macam TV, Playstation II, PC dan segala kemewahan lainnya, yang ketika tahun 2004 pertengahan masih menjadi barang yang luar biasa. Blok D konon markasnya pembalap liar yang kerjaan tiap harinya ngulik motornya di parkiran kosan (ntah kapan kuliahnya, dan tidak satupun yang kukenal dari blok ini). Blok E, F, G dan H konon adalah blok mabok dan kawan2nya, karena botol miras banyak berserak disekitar blok ini. Cerita dari kosan ini adalah seorang kawan semester I (waktu itu) yang kamarnya tepat di depan kamarku. Laurensius namanya, anak Singkawang, Kalimantan Barat. Berangkat kuliah dengan menyandang gelar juara olimpiade Kimia nasional, namun udiknya luar biasa…^^ sangat kagum dengan pulau Jawa dan segala isinya, dan masih merasa seperti mimpi kuliah di pulau Jawa. Sahabat satu ini lebih kuanggap macam ade (sok jadi abang kali ini…^^), sering dianya minta saran soal kuliahnya, dan seringpula aku kasi masukan terkait bagaimana-bagaimananya. Dari tahun 2004 dia kontak lagi samaku pertengahan 2010 kemaren, dan bercerita, dia gagal di kuliahnya yang pertama dan sekarang pindah ke kampus lain. Semoga sukses selalu sahabat, kemampuanmu dan keluguanmu waktu itu sangat memukauku. Jika ada yang baik dari pesanku waktu itu, anggap sebagai cerita seorang abang dengan adenya, namun jika ada yang kurang baik, sempurnakanlah sebagai seorang sahabat yang saling melengkapi.
Kosan keempat, setelah aku hijrah ke pulau Madura. Kosan ketiga kutempati selama setengah tahun lalu aku pindah ke kosan keempat. Kosan keempat ini tidak banyak kesan karena hanya 3 bulan ditempat itu. Ditempat ini aku ketemu dengan keluarga baru di tempat yang baru yang juga merupakan rekan kerja dan akan selalu bertemu sampai pensiun nanti jika sampai usia kami. Kosan keempat sangat luas, dengan puluhan kamar di dalamnya. Beberapa kawan dari kosan keempat turut hijrah bersamaku di kosan kelima.
Kosan kelima, adalah sebuah rumah yang kami sebut ksatrian…^^. Bukan kosan tapi kontrakan tapi apalah bedanya antara kosan dan kontrakan, sama saja esensinya. Jadi kuhitung sebagai kosan kelima. Ksatrian ini terdiri dari 6 kamar. Kami menempati ksatrian ini selama 3 tahun, dan mengalamai beberapa pergantian personil. Personil pertama adalah Mamiek, Aku, Sofyan, Arief, Dj, Pak Pri dan Hafi. Belum genap satu tahun, sahabat kami, Sofyan menikah sehingga harus bersama dengan istrinya, sehingga Sofyan digantikan dengan sahabat kami yang lain, Pak Geng. Berikutnya Pak Pri yang menikah dan digantikan dengan sahabat kami yang lain Cak Sul dan masuknya sahabat kami yang lain, Cak Fu. Karena kami satu rumah, dan satu kantor, jadilah kami keluarga yang benar-benar keluarga. Namun, rasa keluarganya lebih kena seperti yang aku ceritakan di kosan pertama. Mungkin karena first is always better. Ksatrian ini bubar ketika setelah tiga tahun banyak diantara kami yang menikah dan beli rumah sendiri. Saat ini ada yang sudah memiliki tiga anak, dua anak, bahkan dua istri…^^
Biarpun berpisah, namun kami tetap bertemu. Dan seringnya terlontar dari masing-masing kami, ayo kapan para ksatria berkumpul kembali seperti dulu kala..membicarakan hal-hal yang sama seperti pada satu ketika ^^
Di sela-sela kosan kelima, muncul kosan keenam. Waktu itu aku ada tugas di Bandung selama 6 bulan. Mau tidak mau aku mencari tempat untuk berlindung dari panas dan hujan untuk selama waktu 6 bulan. Di situ berbentuk satu rumah yang kami huni bertiga, dengan dua kawan dari Banten. Bertemu lagi dengan dua keluarga baru di tempat yang sekali lagi baru, Bandung. Banyak hal yang kusuka dari Bandung, tapi banyak hal yang tidak terlalu kusuka dikosan ini. Intinya, aku kurang cocok dengan dua kawan ini, justru aku cocoknya dengan si babe, pemilik kosan. Babe (baca: babe, bukan beb..:p), demikian aku memanggilnya, cukup deket samaku, yang ternyata alasannya adalah karena mukaku yang mirip dengan muka anak pertamanya yang sedang kuliah di sekolah akuntansi Negara sana…hehehe. Banyak kesan tentang Bandungnya dibandingkan kesan tentang kosannya. Ini yang membuatku suka dengan kota ini, dan mengakibatkan aku kembali dua tahun berikutnya.
Kosan ketujuh, lokasinya di Surabaya. Akhirnya giliranku menikah, sehingga memperkuat alasan bubarnya ksatrian. Tapi, sebagai pegawai biasa, tak cukup uangku untuk membeli sebuah rumah, mampunya Cuma mengontrak saja untuk awalnya. Mengontrak sebuah rumah di kota buaya yang kutemani bersama teman hidupku, sampai saat ini. Kontrakan tanpa kecuali kuanggap juga sebagai kosan. Kosan ketujuh.
Di sela-sela kosan ketujuh, ada kosan kedelapan dan kesembilan. Keduanya berada di Bandung (lagi), ketika kembali aku ditugaskan ke Bandung, kali ini untuk jangka waktu yang lebih lama. Kosan kedelapan tidak asing bagiku, karena sewaktu aku di Bandung sebelumnya aku sering maen kesini, sehingga ketika aku ada di Bandung lagi kosan ini termasuk dalam radarku. Tentunya setelah kosanku yang dulu (keenam) tak dapat kumiliki lagi karena sudah ada yang punya…^^ Akhirnya aku sebagai penghuni kosan kedelapan. Kosan ini berbentuk persegi dengan pagar di depannya. Di dalam persegi tersebut berisi 8 kamar dan hanya terisi 4 kamar dengan 4 orang penghuni di dalamnya. Di tambah denganku, maka dari 8 kamar terisi 5 kamar dengan 5 orang penghuni di dalamnya. Sebulan setelah aku disitu, seorang yang disitu pindah dengan alasan si bapak kos rese’. Karena aku ga terlalu kenal dengan tu kawan, maka Cuma kuiyain aja, walau ga tau rese’nya kaya apa. Tidak lama berselang setelah tu kawan ciao, datang penghuni baru, Adul namanya, seorang kawan dari Garut yang kuliah di jurusan informatika. Jadi formasi kami tetap seperti semula, 5 kamar dengan 5 orang di dalamnya. Dari 4 penghuni tersebut, hanya Adul kawanku satu-satunya, yang sering kuajak ngobrol dan diajak ngobrol, yang lainnya pada Geje. Yang satu udah bapak-bapak banget, lebih tua dari sang penjaga kosan, dan jelas rese’nya. Yang kedua kawan sebelah kamar persis, adanya Cuma malam. Pulang, parker motor dan masuk kamar. Paginya keluar kamar, ambil motor lalu keluar, dan pulang malam lagi. Tetangga kamar yang dengan mudah kulupa namanya, yang jelas anak Tangerang. Sedangkan yang satunya lebih ajaib lagi. Dalam seminggu palingan ketemu satu kali. Paling banter dua kali, seorang kawan bernama Rony dari Cirebon. Maka wajarlah kiranya kalo Cuma Adul kawanku, selain tetangga kamar, dia juga satu-satunya yang stay di kamar sebanyak yang aku lakukan. Tak lama setelah Adul datang, datang kawan satu lagi, si Pandapotan kawan dari Bekasi keturunan Batak. Ini kawanku kedua setelah Adul yang bisa diajak ngobrol. Anaknya asik, tapi sayang Cuma dua bulan di situ. Lalu Lulus. Tak lama setelah Pandapotan, datang satu lagi kawan dari Palembang, lupa juga namanya. Ni bocah justru hampir tiap hari ada di kosan, jadi curiga kapan kuliahnya, karena konon dia satu kampus sama Adul, satu jurusan pula. Kata si Adul memang jarang kuliah tu bocah. Kerjanya ngegame sama ngumpulin kawan di kosan. Akibatnya jelas, terpental dari kosan hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan. Dari situ baru kerasa, betul juga bapa kos rese’ juga. Namanya kawan cowok, anak teknik, kumpul sama kawannya, mana bisa ga ribut? Akupun jadi korban beberapa kali kerese’annya yang membuatku terpental tahun berikutnya.
Tahun kedua di Bandung aku pindah kosan, ke kosan kesembilan. Alhamdulillahnya, aku kembali ke Babe. Walaupun tidak dalam kamar yang sama tapi dalam manajemen yang sama, kosan milik babe..hehehe. kosan si babe ini terdiri dari 4 kamar dan satu rumah yang kutempati dua tahun sebelumnya. dari empat kamar tersebut dua kosong, yang satu baru kosong setelah ditinggal kawanku serumah dari Banten dulu yang baru selesai melaksanakan tugasnya. Akhirnya kugantikan tempatnya. Namun setelah dipikir-pikir aku lebih memiliih kamar satunya. Dan pilihanku sangatlah tepat, kamar paling nyaman dari tujuh kosan sebelumnya. satu kosan tidak dihitung..:p kamar paling nyaman karena kamar ini satu-satunya kamar yang ada kamar mandi di dalamnya, hahahaha jadi kalo mau mandi, buang air, ga perlu jauh2 dan repot2 mesti keluar kamar. Selain itu, di kamar ini baru kurasakan, oooo kaya gini kamar yang penuh fasilitas macam kamar kawanku dikosan ketiga dulu di blok B…:p kamar yang nyaman ditambah dengan bapa kos si babe, sungguh perpaduan yang sempurna, sampai tak terasa tugasku selesai juga di Bandung ini dalam waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan sebelumnya. molor setengah tahun…^^ tidak banyak yang kutahu tentang kawan kosan yang lain selain sebelah kamarku bernama Iwan, dan pindah beberapa bulan setelah aku disitu, pindah dan digantikan dengan kawan lain dari Pekanbaru yang sampai sekarang aku ga tau namanya. Kamar di ujung sana penghuninya tetap dari sebelum aku datang sampai aku tinggalkan. Dan tetap aku tidak tahu siapa namanya. Kamar yang depan, berganti-ganti penghuninya, dari seorang perempuan mahasiswa dokter gigi, sampai akhirnya diganti seorang laki-laki mahasiswa fakultas hukum. Tak tau juga siapa namanya. Akhirnya kosan kesembilan kutinggalkan dengan berbagai kenangan dan kembali ke kosan ketujuh. Di kosan kesembilan, sahabatku adalah kamar kosku sendiri. Kurindu samamu sahabat, semoga kau dimiliki oleh penggantiku yang lebih merawatmu…^^
Kosan ketujuh ini juga habis masa berlakunya beberapa bulan lagi. Apakah akan berlanjut ke kosan kesepuluh? Atau cukup sampai dikosan kesembilan dan punya kesempatan untuk beli rumah idaman?...biarlah waktu yang akan menjawabnya…^^
Dalam waktu sebelas tahun aku tinggal di empat tempat berbeda, berbeda dari budaya maupun bahasa. Beberapa tahun lagi apakah aku masih di tempat yang sama? Ataukah sudah mengembara di tempat yang berbeda lagi untuk kemudian menceritakan kosan kesekian?
Tulisan nglantur dari pagi, dilanjut malam hari.


Thursday, November 03, 2011

Terima Kasih, Hujan

Pagi ini kondisi badanku agak kurang sehat, jadi kulepas semua pekerjaan hari ini, aku ingin beristirahat. Dalam rangka istirahatku kuputar beberapa lagu beserta klipnya yang kebetulan kuunduh beberapa tahun yang lalu. Terlintas ingatan saat aku mengunduh lagu itu, namun yang lebih dalam, terlintas ingatan tentang saat-saat dimana aku mendengar pertama kali lagu itu, saat-saat dimana aku melihat pertama kali klip itu, dan akhirnya terlintas masa-masa itu. Berkali-kali terjadi, bahwa music memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membantuku memanggil kembali ingatan-ingatan yang terpendam sangat dalam, bertahun-tahun yang lalu.
Lagu yang kuputar itu adalah “Negeri di Awan”. Lagu yang hampir menjadi legenda karena tak lekang oleh waktu. Aku masih ingat betul lagu itu pertama kali kudengar medio tahun 1994, sekira 17 tahun yang lalu, di saat itu musim hujan, dan saat itu aku tinggal bersama simbah putri ku. Aku berusia 11 tahun waktu itu, namun lagu itu (walaupun aku tidak tahu persis maknanya) melekat dalam di pikiranku. Sungguh, sampai saat ini, ketika aku mendengar lagu itu, atau melihat klip itu, ada tiga hal yang kuingat selalu, pertama, betapa aku rindu dengan simbah putri ku, kedua, betapa ternyata aku sangat suka dengan musim penghujan, dan ketiga, betapa indah masa-masa itu.
Berulangkali kucoba mengobati rasa rinduku dengan simbah putriku, dirumah dimana aku dibesarkan. Antara rumah simbah putri dan simbah putri ternyata sudah bukan satu kesatuan. Simbah putriku dengan segala rasa kasih sayang nya yang takkan berganti, namun rumah itu sudah tidak memiliki jiwa lagi, dan aku tidak suka itu. Aku ingin mendapatkan rinduku kembali dengan simbah putri lengkap dengan suasana dalam rumahnya, namun semua tak sama. Rumah simbah putriku tidak memiliki jiwa belasan tahun yang lalu, karena rumah itu menjadi rumah yang baru, tidak tersisa sedikitpun kenangan kamar yang kutempati bertahun-tahun, tidak tersisa ruang dibelakang kursi tamu yang kupakai untuk bermain sendirian (selalu), tidak tersisa ruang tamu yang cukup lapang tempat dimana kugantungkan lingkaran besi tempat aku berlatih basket belasan tahun yang lalu, tidak tersisa halaman tanah dan pohon jambu tempat aku menunggu buka puasa tahun-tahun yang lalu. Rumah simbah putri ku sudah roboh dan diganti dengan rumah yang baru, dan tanpa jiwa kenanganku di situ. Betapa terkadang aku sangat sedih dengan yang namanya kenangan, hanya berkali-kali kuingat, namun tak bisa kembali dan kurasakan.
Saat ini sudah mulai memasuki musim hujan, dan yang kurasa, tak sesakral musim hujan yang kutemui belasan tahun yang lalu. Jadi, apa yang bisa kulakukan saat ini, disaat musim hujan mulai datang tanpa pesan. Aku jatuh cinta dengan musim hujan karena disaat itu adalah saat dimana semua orang tidak akan kemana-mana. Semua orang berada dalam rumah untuk saling bercerita satu dan yang lainnya. Semua orang menciptakan kehangatan cinta kasih keluarga dalam dinginnya musim. Hanya itu yang bisa kuingat tentang musim hujan. Aku sudah punya keluarga kecil saat ini. Lebih kecil dibandingkan ketika aku masih kecil dulu. Ingin kumulai dari sekarang indahnya musim hujan bersama keluarga, betapa hangatnya musim ini dan betapa aku tidak bisa berbohong, bahwa aku sangat gembira ketika musim hujan tiba.
Belasan tahun berlalu dari masa ketika pertama aku mendengar dan melihat “negeri di awan” itu. Semua berlalu dan semua tak sama, tak pernah sama. Indah memang masa-masa itu, dan takkan pernah terganti. Berkhayal adalah hal dimana kita bisa bebas mengembara kemana kita suka. Dan kalau berkhayal itu dapat diwujudkan. Aku ingin sekali saja, sungguh hanya sekali saja kembali ke masa itu untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di masa itu yang telah menciptakan kenangan yang indah sampai saat ini. Hanya itu. Setelah itu aku akan mencoba menciptakan kebahagian-kebahagiaan baru dan merekam kenangan-kenangan baru yang kusimpan diruangan yang lain dalam ingatanku.
Selamat datang hujan, sungguh aku sangat berterimakasih karena diijinkan sekali lagi bertemu denganmu.

Monday, March 23, 2009

Filsafat dan Yoga

Seorang filsuf Perancis, J. P. Sartre menyatakan bahwa keberadaan manusia bukanlah semata ‘etre’ melainkan ‘a etre’. Pernyataannya tersebut mengandung arti bahwa, manusia itu tidak hanya ada, tetapi masih harus membangun adanya. Keberadaan itu selamanya masih harus tetap diperjuangkan terus-menerus. Hidup manusia harus senantiasa mendapatkan perhatian dan dikembangkan, sehingga kehidupan tidak statis. Manusia berusaha membangun diri dan keberadaannya, dengan demikian manusia menemukan makna hidup dan kemanusiaan.
Selain itu, manusia hendaknya mempunyai tujuan hidup, sebab jika tidak, maka manusia tidak akan mempunyai prioritas untuk diperjuangkan dan akhirnya hidup tidak tentu arah. Dalam memenuhi tujuan hidupnya tersebut, manusia berhak secara bebas terhadap hidup yang akan dijalani, manusia bisa memilih jalan dan tujuan hidupnya sendiri dan bertanggung jawab terhadap keputusannya. Meskipun demikian, manusia adalah makhluk yang terbatas, maka kebebasan yang dimiliki juga terbatas oleh kebebasan dari luar diri maupun dalam diri. Kebebasan tersebut apabila tidak terkontrol akan menimbulkan kehancuran mental dan moral manusia, dan berdampak buruk pada perkembangan peradaban manusia itu sendiri. Peradaban manusia yang terus berkembang mengharuskan adanya proses adaptasi terhadap fenomena yang hadir dimana menuntut manusia untuk mengembangkan reaksi mental dan emosional yang tidak terbatas. Mental manusia mempunyai kecenderungan untuk mudah berubah, baik itu karena pengaruh dari lingkungan sosial tempat manusia itu berkembang atau karena perkembangan budaya yang sifatnya hampir menyeluruh di segala bidang kehidupan. Perkembangan zaman semakin cepat dan pesat, kehidupan modern cukup leluasa dan seakan mendapat peluang untuk mengoyahkan mental spiritual manusia. Untuk itu dibutuhkan sebuah jalan bagi manusia untuk kembali kepada hakikat hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial, makhluk individu dan kewajibannya melanjutkan peradaban. Selain itu manusia hendaknya kembali pada tujuan hidup yang tertinggi, yaitu kebahagiaan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjalankan prinsip pengembangan potensi spiritualitas yang dimiliki manusia, dan prinsip pengembangan tersebut salah satunya adalah dengan Yoga. Yoga Yoga berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti penyatuan, yang bermakna luas penyatuan dengan alam atau penyatuan dengan Sang Pencipta. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi dimana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat umum mengenal yoga sebagai aktifitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernafasan oleh tubuh dan meditasi yang telah dikenal dan dipraktikkan selama lebih dari 5000 tahun. Banyak orang menyalah-artikan Yoga dan menganggap Yoga sebagai ajaran tentang pose sulit yang hanya bisa dilakukan oleh ahli akrobat, atau diasosiasikan sebagai ajaran mistik esoterik yang akan menjauhkan manusia dari kehidupan bermasyarakat. Padahal, Yoga menawarkan banyak hal bagi kemajuan manusia, baik sebagai individu, maupun sebagai bagian dari kehidupan sosial, bahkan sebagai makhluk Tuhan. Yoga juga memiliki ajaran dan praktek yang dapat diterapkan oleh orang yang ingin hidup sehat, bahagia dan berarti. Secara singkat, ajaran dan praktek Yoga merupakan panduan untuk keberhasilan memanfaatkan fungsi struktur manusia. Selain itu Yoga merupakan ajaran yang universal, di dalamnya terkandung berbagai nilai filosofis yang sempurna selain kajian tentang manusia, yaitu etika, epistemologi, estetika. Nilai etis kemanusiaan menjadi dasar utama pelaksanaan Yoga, keindahan gerak dan baris-baris mantra menunjukkan nilai estetika Yoga, dan pemahaman tentang baik dan buruk, benar dan salah menjadi bagian dari nilai epistemologi yang ditemukan dalam ajaran Yoga. Yoga sejauh ini dikenal sebagai salah satu dari enam ajaran filsafat Hindu, yaitu Samkhya, Mimamswa, Nyaya, Vaisiseka, Vedanta dan Yoga1. Di dalam ajaran filsafat tersebut Samkhya Samkhya adalah ajaran filsafat tertua dalam filsafat Hindu. Karya sastra mengenai Samkhya yang kini dapat diwarisi adalah Sa?khyakarika yang di tulis oleh Isvarak???a sekitar 200 SM. Ajaran Samkhya ini sudah sangat tua umurnya, dibuktikan dengan termuatanya ajaran Samkhya dalam sastra-sastra Sruti, Smrti, Itihasa dan Puruna. Saat ini ajaran Samkhya yang murni sudah tidak eksis lagi, tapi ajaran ini banyak membawa pengaruh pada ajaran Yoga dan Wedanta. Kata Samkhya berarti: pemantulan, yaitu pemantulan filsafati. Ajaran Samkhya bersifat realistis karena didalamnya mengakui realitas dunia ini yang bebas dari roh. Disebut dualistis karena terdapat dua realitas yang saling bertentangan tetapi bisa berpadu, yaitu purusa dan prakrti. Ajaran filsafat Hindu yang lain yaitu Mimamsa. Ajaran Mimamsa didirikan oleh Maharsi Jaimini, disebut juga dengan nama lain Purwa Mimamsa. Kata Mimamsa berarti penyelidikan. Penyelidikan sistematis terhadap Veda. Mimamsa secara khusus melakukan pengkajian pada bagian Veda: Brahmana dan Kalpasutra. Sumber ajaran ini tertuang dalam Jaiminiyasutra. Kitab ini terdiri atas 12 Adhyaya (bab) yang terbagi kedalam 60 pada atau bagian, yang isinya adalah aturan tata upacara menurut Veda. Ajaran ketiga dalam filsafat Hindu adalah Nyaya. Ajaran Nyaya didirikan oleh Maharsi Aksapada Gotama, yang menyusun Nyayasutra, terdiri atas 5 adhyaya (bab) yang dibagi atas 5 pada (bagian). Kata Nyaya berarti penelitian analitis dan kritis. Ajaran ini berdasarkan pada ilmu logika, sistematis, kronologis dan analitis. Dalam perkembangannya, ajaran Nyaya disatukan dengan ajaran Vaisiseka. Ajaran Vaisiseka dipelopori oleh Maharsi Kanada, yang menyusun Vaisesikasutra. Ajaran Vaisiseka merupakan bagian dari ajaran yang mengajarkan tentang logika dalam berpikir, dan analitis terhadap veda. Ajaran Wedanta sering juga disebut dengan Uttara Mimamsa, yaitu "penyelidikan yang kedua", karena ajaran ini mengkaji salah satu bagian kitab Weda, yaitu kitab Upanisad. Kata Wedanta berakar kata dari wedasya dan antah yang berarti "akhir dari Weda". Sumber ajaran ini adalah kitab Wedantasutra atau dikenal juga dengan nama Brahmasutra. Pelopor ajaran ini adalah Maharesi Byasa, atau dikenal juga dengan nama Badarayana atau Khrisna Dwaipayana. Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali, dan merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu. Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman/ purusa) dengan roh universal (Paramatman/ Mahapurusa). Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan mengandung 194 sutra. Bagian pertama disebut: Samadhipada, sedangkan bagian kedua disebut: Sadhanapada, bagian ketiga disebut: Vibhutipada, dan yang terakhir disebut: Kailvalyapada. Di Malaysia, Singapura dan Mesir telah muncul fatwa dari lembaga yang berwenang (MUI jika di Indonesia) yang menyatakan, bahwa yoga haram bagi umat Islam. Fatwa tersebut muncul berkenaan maraknya yoga dinegara-negara tersebut yang dikhawatirkan akan mempengaruhi akidah dan iman umat Islam. Terdapat tiga hal yang berkaitan dengan munculnya fatwa yang menyatakan yoga haram bagi umat Islam. Tiga hal tersebut merupakan tiga tahapan dalam latihan yoga yang berasal dari agama Hindu. Pertama, pengaruh fisik dari latihan yoga. Kedua, penggunaan mantra yang bersifat pemujaan. Ketiga, penyatuan diri dengan Tuhan, tentunya Tuhan dalam hal ini adalah Tuhan umat Hindu. Ketiga hal tersebut yang melandasi munculnya fatwa tentang yoga di Malaysia, yang juga sebelumnya sudah berlaku di Mesir dan Singapura. Namun, Datuk Dr. Abdul Shukor Husin, ketua lenbaga fatwa di Malaysia (MUI di Indonesia) menyatakan latihan tanpa mantra bukanlah merupakan hal yang dilarang dalam Islam2. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan letak haramnya yoga adalah pada mantra dan tujuan penyatuan diri dengan Tuhan. Yoga sebagai latihan kebugaran tidak dikategorikan sebagai hal yang dilarang. Indonesia, sebagai salah satu Negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam terbesar di duniapun memiliki wacana tentang larangan mempelajari yoga. Wacana ini beredar di kalangan Majelis Ulama Indonesia yang saat ini mempelajari lebih intens tentang ajaran yoga tersebut. Argumentasi terkuat dari wacana ini adalah kekhawtiran adanya pencemaran iman dengan ajaran lain di luar Islam, atau istilah lainnya adalah bahaya kemurtadan. Filsafat (philosophy, filosofie) berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu Philia (cinta) dan Sophia (kebijaksanaan). Filsafat adalah pelopor jalannya ilmu, demikian Bertrand Russel berpendapat3. Filsafat adalah perenungan untuk menyusun suatu system pengetahuan yang rasional dan memadai, baik untuk memahami dunia tempat kita hidup maupun untuk memahami diri sendiri4. Obyek studi filsafat terdiri atas masalah-masalah yang belum dirumuskan. Filsafat modern yang secara umum dimulai dengan filsuf Perancis abad ke-17, Rene Descartes, memiliki beberapa cabang filsafat, antara lain epistimologis, Metafisika dan Etika. Jika dikaitkan dengan permasalahan yoga, dimana yoga berakar dari filsafat Hindu, dimana dalam ajaran tersebut memiliki banyak cabang juga antara lain Samkhya, Mimamswa, Nyaya, Vaisiseka, Vedanta, maka yoga bukanlah merupakan ajaran Hindu, melainkan salah satu cara dalam mempelajari ajaran Hindu tersebut. Jika dihubungkan sebagai bagian dari filsafat, maka yoga merupakan salah satu bagian dari filsafat baik epistimologis, Metafisika dan Etika. Melihat dari pengertian masing-masing aliran tersebut, Samkhya,Mimamswa, Nyaya, Vaisiseka, Vedanta dan Yoga merupakan pencerminan dari epistimologis, Metafisika dan Etika. Samkhya, Mimamswa, Nyaya dan Vaisiseka merupakan penyelidikan yang rasional terhadap alam semesta dihubungkan dengan veda yang merupakan ajaran dari Tuhan, Vedanta membahas unsur metafisika yaitu hubungan manusia sebagai ruh dan Tuhannya melalui veda serta Yoga merupakan pencerminan dari metafisika dan Etika. Yoga dikatakan pencerminan dalam metafisika dan Etika karena dalam latihan yoga terdapat dua unsur tersebut. Metafisika merupakan subjek dalam filsafat yang diartikan setelah fisika. Metafisika mempelajari banyak hal, diantaranya, hubungan saling berkaitan antara satu peristiwa dan peristiwa lainnya, hubungan antara pikiran dan badan atau raga dan jiwa, mempelajari eksistensi Tuhan serta eksistensi dan sifat dunia eksternal (segala sesuatu di luar subjek manusia). Yoga berasal dari kata Yuj yang berarti penyatuan atau berhubungan, hubungan antara ruh individu dan ruh universal yang secara luas diartikan menyatunya jiwa manusia dengan Tuhannya. Kajian dan gerakan yoga pada awalnya ditujukan sebagai suatu proses penyatuan antara jiwa manusia dan Tuhannya dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu seperti meditasi dan olah tubuh lainnya. Unsur etika pun turut berperan dalam mengkaji tentang yoga. Etika merupakan salah satu cabang dalam filsafat. Ethics atau etika berasal dari bahas Yunani Ethos yang berarti kebiasaan. Permasalahan etika yang dibahas oleh para filsuf adalah mengenai permasalahan kebahagiaan manusia, dimulai dari apa yang menyebabkan kebahagiaan manusia, hubungan antara kebahagiaan dan perilaku, akal budi manusia tentang sifat perilaku benar dan kebahagiaan serta kewajiban moral jika terjadi konflik antara kepentingan individu. Yoga dalam gerakannya berorientasi menciptakan suasana batin yang tenang untuk mencapai atau menyatunya ruh individu dan ruh universal. Muara dari orientasi tersebut adalah kedamaian batin yang merupakan landasan dari kebahagiaan manusia. Yoga mengajarkan ketenangan dalam menyikapi permasalahan atau konflik yang terjadi antara individu. Yoga menjawab permasalahan dalam cabang filsafat etika tentang apa yang menyebabkan kebahagiaan manusia. Yoga merupakan implementasi dari etika dalam filsafat. Perkembangan yang terjadi dewasa ini, yoga yang ada saat ini berbeda dengan yoga pada awal kemunculannya. Dewasa ini, yoga memiliki ribuan aliran, namun terdapat 9 (Sembilan) aliran yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia, antara lain Jnana Yoga, Karma Yoga, Bhakti Yoga, Yantra Yoga, Tantra Yoga, Mantra Yoga, Kundalini Yoga, Hatha Yoga dan Raja Yoga5. Beberapa diantara aliran yoga tersebut berorientasi pada proses penenangan hati dan dapat menjadi pengobatan alternatif. Namun yang sekarang banyak dipakai adalah Hatha Yoga atau penyatuan melalui penguasaan tubuh dan nafas secara olah fisik. Dari berbagai macam aliran yoga tersebut prinsip-prinsip dasar dari yoga ada 8 (delapan) antara lain (1). Yama, yaitu dilarang melakukan kekerasan (himsa), berbohong, mencuri, seks bebas, rakus, iri hati. (2). Niyama, yaitu anjuran menjaga kebersihan lahir batin, lingkungan, kesederhanaan, bersyukur selalu untuk apa adanya, rajin belajar dan setia pada pasangan hidup, guru, orang tua, negara, dan seterusnya. (3). Asana, yaitu pelatihan atau posisi posisi hatha-yoga menyeluruh yang meliputi gerakan-gerakan sambil berdiri, duduk, berbaring dan juga secara akrobatis demi menjaga otot-otot persendian, organorgan bagian dalam dan luar tubuh. (4). Pranayama: Pernafasan yang dilatih secara sistematis, baik secara individual maupun berkelompok. (5). Pratihara: memusatkan pikiran dan perhatian ke dalam diri, membatasi diri dari berbagai rangsangan-rangsangan duniawi yang mengikat dan negatif melalui berbagai panca indra kita. (6). Dharana: memusatkan perhatian pada suatu hal dalam kehidupan ini, 6-7-8 harus dibawah guru spritual yang handal dan non pamrih. (7) Dhyana: meditasi ke arah ketenangan. (8). Samadi: pencerahan spritual akan hakekat diri manusia itu sendiri dan hubungannya dengan Sang Pencipta. Kandungan metafisika dan etika dalam dunia filsafat sangat mengena jika melihat 8 (delapan) prinsip dasar dari yoga. Prinsip-prinsip tersebut mengarah pada hubungan antara jiwa (spiritual) yang dikelola melalui raga untuk mencapai ketenangan batin dalam meraih kebahagiaan. Dalam prinisip yoga juga diajarkan pencerahan spiritual akan hakikat diri manusia itu sendiri dan hubungannya dengan sang Pencipta. Prinsip-prinsip ini tidak dipungkiri memang merupakan bagian dari filsafat Hindu, namun tidak semua yoga yang ada dan berkembang saat ini memiliki orientasi yang serupa. Pergeseran orientasi yoga sebagai sarana untuk mencapai kesehatan jiwa dan raga merupakan letak berkembangnya yoga dewasa ini. Yoga yang berawal dari bagian filsafat Hindu mengalami pergeseran orientasi walaupun tidak secara keseluruhan. Elemen-elemen Hindu yang kental dalam yoga, dalam hal ini adalah pengucapan mantra dan pujian-pujiannya ternyata diartikan sempit selama ini. Chanting atau mantra yang diucapkan sebelum memulai yoga, yaitu oom diantaranya adalah mantra gayatri, dimana mantra tersebut adalah doa yang diucapkan dengan penuh kerinduan oleh pria dan wanita dari segala agama serta bangsa sepanjang masa. Pengulangan mantra ini akan mengembangkan kemampuan akal budi7. Mantra ini tidak ditujukan untuk memuja kepercayaan tertentu, akan tetapi mantra ini tidak lebih dari suatu kegiatan untuk membuka latihan yoga. Terlepas dari permasalahan yoga merupakan ritual yang dapat menyesatkan umat Islam, yoga pada dasarnya merupakan kajian filsafat yang kompleks tentang manusia dan alam semesta. Yoga dapat dipelajari oleh siapapun, dianut dan tidak hal tersebut merupakan kebebasan masing-masing individu. Yoga saat ini dikenal sebagai salah satu sarana dalam membentuk jiwa dan raga yang sehat. Yoga dikenal dan menyebar dihampir seluruh dunia, serta dilakukan oleh pria – wanita berbagai usia dan dari backgroud keyakinan yang berbeda karena manfaat yang didapat begitu luar biasa seperti meningkatkan fungsi kerja kelenjar endokrin di dalam tubuh, meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh sel tubuh dan otak, serta membentuk postur tubuh yang lebih tegap.Tak cuma itu, yoga membuat otot lebih lentur dan kuat, meningkatkan kapasitas paru-paru saat bernapas, dan membuang racun dari dalam tubuh.Yoga juga memperlambat penuaan, memurnikan saraf pusat yang terdapat di tulang punggung, mengurangi ketegangan tubuh, pikiran dan mental, serta lebih kuat saat menghadapi stress. Menurut tinjauan Filsafat, Yoga bukanlah suatu ritual agama tertentu, melainkan lebih ke arah latihan dengan pemusaatan pikiran, memikirkan apakah itu? hanya kalian yang melakukan dan Tuhan yang tahu...

Sunday, October 26, 2008

Selamat Hari Blog Nasional ke-2

Apa untungnya? apa perlunya? yak, kalimat para kaum skeptik menghadapi setiap selebrasi bagi sebuah komunitas yang ingin menunjukkan eksistensinya. Bagi saya, hari blog nasional yang rencananya akan ditetapkan setiap tanggal 27 Oktober ini merupakan awal yang bagus bagi sosialisasi penggunaan blog dalam era teknologi informasi. Segala hal yang ada di dunia memiliki segi positif dan negatif, tergantung manusianyalah..tapi hal negatif berhubungan dengan blog sepertinya sudah diantisipasi dengan baik melalui undang-undang transaksi elektronik.
Blog merupakan salah satu wahana apresiasi diri yang cukup aktual, mengingat linkupnya tidak terbatas ruang dan waktu serta segala macam informasi yang ingin didapat mulai dari yang legal dan ilegal tersedia dalam dunia blog ini. Munculnya wacana pengaturan tentang blog di Indonesia mendapatkan tanggapan yang beragam. Bahkan Menteri Infokom Indonesia sendiri menyatakan tidak perlu adanya pengaturan tentang Blog, karena kebebasan menyampaikan informasi dan memperoleh informasi adalah hak setiap warga negara..Indonesia sudah punya perangkat perundangan tentang teknologi informasi ini, jadi pengoptimalan jauh lebih penting daripada membuat peraturan baru yang akan tumpang tindih. Mungkin, saya katakan munkin karena hanya merupakan wacana saja dari saya, banyak usulan tentang adanya kode etik bagi para blogger. sebuah wacana yang bagus saya kira karena kebebasan kita dalam mengekspresikan apapun yang ingin kita sampaikan melalui blog dibatasi oleh hak asasi orang lain, sehingga pengaturan melalui kode etik itu menjadi perlu. Namun, karena komunitas blogger ini merupakan komunitas yang berisikan lebih kurang 250.000 blogger yang semuanya belum terakomodir dalam sebuah wadah resmi, pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran kode etikpun menjadi susah. Ujung-ujungnya, kode etik itu tidak berguna. Bagi perayaan yang ke-2 ini, cukuplah dulu kita mengenal bahwa ada media yang dapat mengakomodir segala keperluan kita secara gratis dan mudah, yaitu Blog. Selamat hari Blog nasional ke2 bagi para Blogger di Indonesia...

Friday, September 15, 2006

Marhabban ya Ramadhan

Alhamdulillah, sebentar lagi Ramadhan kita jelang. Tanpa terasa sudah 23 kali aku merasakan nikmatnya Ramadhan, aku, kamu dan kita tidak akan pernah tahu berapa kali lagi kita bisa menikmati bulan suci, atau bahkan mungkin kita tidak akan pernah berjumpa dengan Ramadhan lagi.
Ramadhan adalah rahmat bagi umat Islam, bulan dimana pintu hidayah dan ampunan dari Allah SWT terbuka sangat lebar dan siap menerima siapa saja yang ingin berada di dalamnya. Kenapa kita harus berdiam diri menyambut Ramadhan yang sebentar lagi menghampiri kita.
Siapkan diri, siapkan hati untuk menyambut bulan suci. Saya sekeluarga menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi rekan sejawat, sahabat dan mereka-mereka yang pernah saya sakiti, sengaja ataupun khilaf. Sungguh, alangkah indah Ramadhan jika kita awali dengan perasaan damai tanpa adanya dengki dan sakit hati.
Marhabban ya Ramadhan...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes